UMM dalam Stigma ku

Kampus Putih, Jas Merah itulah slogan Universitas Muhammadiyah Malang, kampus ku. Universitas ini berdiri sejak tahun 1964, secara singkat kampus ini bisa disebut UNMUH atau UMM. Kampus yang berdiri di tiga lokasi secara berbeda, yaitu Kampus I di Jalan Bandung; kampus II di Jalan Bendungan Sutami; dan kampus III di Jalan Tlogomas. Masing-masing kampus ini memilki spesifikasi sendiri. Kampus I difokuskan untuk mereka yang menempuh program pascasarjana, kampus II untuk jurusan FIKES, dan kampus III ini yang paling besar memuat 8 jurusan. Dan total keseluruahan program pendidikan yang dimiliki UMM adalah 44 jurusan (wadduuhh banyak banget ya). Akreditasi UMM juga gak kalah sangar kok bro, pada tau gak apa akreditasinya ‘A’. Lho piye gak sangar ta bro? Dan se-Jawa Timur ini universitas swasta yang memiliki akreditasi A Cuma dua dan salah satunya adalah kampus ku ini UMM.

Nah kalau diatas sono udah dibahas kesangaran kampus UMM , diparagraf baru ini akan saya beri tahu tentang fasilitas-fasilitas di UMM. Yang pertama nih ya, yaitu dome UMM. Ini merupakan gedung yaahh bisa dibilang gedung serba gunalah. Gedung ini biasanya digunakan untuk kegiatan kampus seperti pembukaan pesmaba-penutupan pesmaba; konser penyanyi dan grup band; meet up tokoh-tokoh besar atau lain sebagainya. Banyak sih kegunaan dari dome UMM ini. Yang kedua ada pom bensin UMM, jadi pihak UMM ini bekerjasama denga pihak pertamina untuk mendirikan pangkalan bensin sendiri. Nah bagi mahasiswa UMM sendiri isi bensin jadi lebih mudah dan terjangkau. Kemudian yang ketiga danau UMM jadi didalam kampus III ada sebuah danau buatan, yah jangan dibayangkan seperti Danau Toba ya, kalau telak kampus saya. Ukurannya memang tidak seberapa, namun lumayanlah dengan adanya danau ini memberikan kesejukan tersendiri ketika terik matahari sedang bersemangat, mengobarkan kebahagiaan. Yang ke-empat ada rumah sakit UMM, ini rumah sakit didesain sangat menarik, nyaman, dan benar-benar pengaturan yang sempurna (ini serius lho, gak membual). Saya beberapa kali keluar masuk ke rumah sakit ini, bukan karena saya sakit, tapi kalau ambil duit emang kesitu. Eiiittss meskipun begitu saya juga pernah kok mencoba pelayanan di RS UMM, pelayanan yang diberikan sangat memuaskan. Pokoknya gak kecewa deh. Yang kelima ada UMM book store, didirikannya layanan book store ini dilatar belakangi karena kebutuhan pokok mahasiswa sendiri, yaitu perlengkapan kuliah (kertas, bolpoin, dan kawan-kawan), dan yang terakhir ini ada hotel UMM INN; rusunawa; plasa internet; stadion dll. http://www.umm.ac.id/id/page/06/staf-dan-fasilitas.html

Nah jadi itulah sekilas tentang UMM yang sebagian kecil dapat saya sampaikan semoga nih dengan tulisan sederhana ini bisa memberi manfaat bagi mas-mbak sekalian yang baca. Karena seseungguhnya membaca adalah pusat dari segala pengetahuan tanpa batas. Akhir kata wabillahitaufik wal hidayah wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh. Salam sejahtera bagi agama lain.

 

0 thoughts on “UMM dalam Stigma ku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *